Diisukan Terlibat Politik Praktis Pada Pilkada Bulukumba, Ini Klarifikasi Ketua FMB

SkalaSulsel, BULUKUMBA- Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Bulukumba tidak lama akan dihelat, pemuda menjadi salah satu objek politik para elite. Ini terlihat dari beberapa calon kandidat kepala daerah yang mengajak organisasi pemuda atau bahkan komunitas pemuda untuk ikut berkolaborasi pada pemenangan pilkada nanti.

Adanya isu bahwa pengurus Forum Mahasiswa Bulukumpa (FMB) memberikan sikap politik terhadap salah satu kandidat direspon keras oleh ketua FMB Dody Bakaru. Menurutnya belum ada sikap secara kelembagaan terkait pilkada tahun ini. “Tegasnya

Dody menambahkan bahwa sikap FMB dari awal sangat jelas sebagai organisasi pemuda yang tidak terlibat politik praktis dan sudah semestinya memang organisasi kepemudaan baik dari skala kabupaten hingga tingkat pedesaan tidak melakukan hal seperti itu, kita hadir sebagai kontrol sosial pada setiap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.

Organisasi pemuda atau komunitas kepemudaan itu memiliki intuisi yang tajam untuk masa depan Bulukumba kita yang lebih baik, kita wajar saja ikut berpartisipasi dalam situasi politik yang berjalan akan tetapi bukan atas dasar kepentingan pribadi, melainkan harus melihat visi atau gagasan dari pemimpin Bulukumba.

Ketua FMB hanya saja menyayangkan sikap calon kandidat pemimpin yang menjadikan organisasi pemuda sebagai wadah meraup suara, padahal kami ingin berkolaborasi dalam menyampaikan ide demi untuk kemajuan Bulukumba secara umum dan kecamatan Bulukumpa secara khusus, kami sudah mencoba itu di pilkada sebelumnya, namun sepertinya sudah menjadi tabiat seorang calon pemimpin, hanya datang pada saat ada maunya saja, selebihnya yang dilakukan adalah bagaimana cara melanggengkan kekuasaannya tanpa melihat lagi komitmen pemuda untuk ikut memberikan sumbangsi kemajuan suatu daerah. “Terang dody dalam pertemuan lintas gerak pemuda di salah satu warung kopi di Makassar

Tidak melihat seberapa banyak uang mereka atau seberapa hebohnya mereka baik ditengah tengah masyarakat atau di media sosial. Kita butuh pemimpin yang solutif, sudah terlalu banyak persoalan di Bulukumba yang tak kunjung menemukan jalur keluar diberbagai sektor, bukan pemimpin yang heboh dengan goyangan namun rendah edukasi politiknya. “Lanjutnya

Jadi terkait isu miring ini, saya tegaskan itu tidak benar, karena sikap kami secara kelembagaan jelas hanya untuk memberikan ide kepada siapapun yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan organisasi kami. “Tutup Dody

Leave a Reply