Aksi Solidaritas Kemanusiaan Grebek Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan

Skalasulsel.com, MAKASSAR- Gerakan demonstrasi yang mengatasnamakan Aksi Solidaritas Kemanusiaan melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sulawesi Selatan. Kamis (13/08/2020)

Demonstrasi dilakukan untuk mengawal kasus pemindahan makam almarhumah Nurhayati Abrar yang merupakan istri dari Andi Baso Ryadi Mappasulle dari pemakaman Macanda Kabupaten Gowa ke pemakaman keluarga di Kabupaten Bulukumba.

Permintaan pemindahan makam ini karena almarhumah meninggal dalam status PDP akan tetapi setelah hasil swab test keluar dinyatakan negatif.

Pengunjuk rasa meminta agar Ketua DPRD menemui massa aksi dan menyampaikan ketegasan Lembaga Legislatif terkait permintaan pihak keluarga.

Setelah aksi yang berlangsung sekitar 30 menit, pimpinan tertinggi wakil rakyat belum juga menemui massa aksi, sehingga massa aksi memaksa sampai masuk ke dalam gedung DPRD.

Demonstrasi yang di pimpin oleh Dhody Bakaru sebagai Jenderal Lapangan menggrebek langsung kantor Wakil Rakyat tersebut.

Jenderal lapangan mengatakan massa aksi melakukan penggrebekan lantaran Ketua DPRD yang diminta untuk menemui massa aksi terkesan menolak menemui massa aksi.

“Saya intruksi kan kepada massa aksi untuk menyisir ke ruangan Ibu Ketua DPRD dan meminta untuk langsung menemui teman-teman”, ucap Dhody Bakaru.

Aksi penggrebekan sempat diwarnai keributan dengan saling dorong antara pengunjuk rasa dengan pihak keamanan.

Berselang beberapa menit setelah proses penyisiran di dalam gedung wakil rakyat yang membuat gaduh, Ibu Ketua DPRD baru bersedia untuk bertemu dengan pengunjuk rasa.

Fajar Opu Pitang yang juga sebagai Koordinator Lapangan aksi menyampaikan bahwa Ketua DPRD siap bertemu karena kegaduhan yang dibuat oleh pengunjuk rasa.

Dalam ruang aspirasi ketua DPRD yang didampingi anggota DPRD dari beberapa fraksi menyampaikan akan mengoordinasikan kembali kepada tim gugus tugas covid-19, namun pihak keluarga dan massa merasa kecewa dengan pernyataan ketua DPRD yang tidak menentukan waktu yang jelas terkait penyelesaian tuntutan massa.

“Marwah DPRD telah dilecehkan karena surat yang dikirim ke Gubernur sama sekali belum mendapat tanggapan, apalagi kalau cuma sekedar wacana akan dikonfirmasi, sampai kapan ini akan direspon dengan baik, sementara tidak ada lagi celah pemerintah untuk tidak menerima tuntutan dari kekuarga”. Tutup Koordinator Lapangan

Leave a Reply