PB- KKMB Resmi Laporkan Oknum Polisi Pelaku Kekerasan Saat Unras

Foto : PB KKMB Saat Pelaporan di Propam Polda Sulsel. 31/08/2020

Skalasulsel.com, MAKASSAR- Tim advokasi hukum Pengurus Besar Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba resmi melaporkan oknum polisi pelaku kekerasan terhadap mahasiswa saat melakukan unjuk rasa mahasiswa pada Jumat (29/08/2020) di depan kantor DPRD Provinsi.

Perlu diketahui bahwa aksi unras yang dilakukan oelh mahasiswa Bulukumba terkait dengan pemindahan jenazah negatif covid dari Macanda ke Bulukumba.

“Kemarin resmi kami melaporkan ke Polda Sulsel, terkait kasus kekerasan terhadap peserta aksi unras. Proses pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih lima jam dan korban mendapatkan 30 pertanyaan. Intinya tahapan laporan kita lakukan, baik pidana dan etik di Propam untuk perkembangannya masih dalam proses,” kata Yurdinawan disela pendampingan korban yang melapor di Polda Sulsel

Pada kesempatan itu, Yurdinawan yang bersama Ketua PB KKMB Irman mengatakan masih laporan aduan, secara umum dua dibagi, pertama tindak pidana umum pasal yang disangkakan.

“Yang kedua kita ke Propam karena yang terlibat ini adalah aparat, olehnya itu Propam harus memeriksa anggotanya yang melakukan tindakan pemukulan dan pengeroyokan,” tegas Yurdi.

Yurdi mengatakan, korban mengalami luka-luka dan bagi tim advokasi, hal itu merupakan tindak pidana.

“Padahal teman-teman hanya menyampaikan aspirasi ke kantor DPRD dan itu dijamin dalam UU 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum adalah penjaminan terhadap salah satu hak asasi manusia, hal ini sejalan dengan pasal 28 UUD 1945 dan Pasal 9 Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia.” jelasnya.

Lebih lanjut, Yurdi menjelaskan, yang pertama tadi itu di Tipidum (Tindak pidana umum) Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) sudah diterima.

“Kami menagih komitmen kepolisian perihal perlindungan HAM dan penyelenggaran keamanan ketika menyampaikan aspirasi di muka publik karena ini bukan insiden pertama. Nah itu jadi bukti polisi tidak pernah memberikan rasa aman bagi demonstran ketika melaksanakan unjuk rasa,” paparnya.

Barang buktinya baju dan sepatu korban yang robek akibat diseret, juga disiapkan video dan foto saat kekerasan itu terjadi.

Pihaknya juga akan memilih video dan foto, sebagai barang bukti yang akan dilampirkan, dimana dalam video dan foto, pelaku memang menggunakan atribut polisi.

Irman juga menyayangkan kejadian itu terjadi dan meminta institusi kepolisian segera memberikan sanksi anggotanya yang melakukan tindakan kekerasan tersebut.

“Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas, karena tidak ada alasan yang membenarkan polisi melakukan tindakan brutal dalam mengawal penyampaian aspirasi. Ini sangat mencoreng citra kepolisian khususnya di jajaran Polrestabes Makassar. Kapolrestabes harus bertanggung jawab dalam kasus ini.” Tutup Irman

Comment