AMAL Menolak Ganti Rugi Pembebasan Lahan Jaringan Irigasi DI Baliase Luwu Utara

Foto : Aksi Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa & Masyarakat Malangke ( AMAL). 06/10/2020

Skalasulsel.com, LUWU UTARA- AMAL (Aliansi Mahasiswa Dan Masyrakat Malangke) melakukan Demonstrasi di Kantor DPRD, BPN dan Kantor Bupati Luwu Utara, 06/10/2020. Menindaklanjuti hasil RDP (Rapat Dengar Pendapat) yang dilaksankan pada tanggal 24 September 2020 di kantor DPRD Kabupaten Luwu Utara yang belum mendapatkan titik temu.

Pihak BPN dan Tim APRESIAL KJPP (Anaskarim) selaku Tim dalam pembebasan Lahan Irigasi D.I Baliase di kecamatan Malangke tidak transparansi dalam penyampaian besaran ganti rugi yang di berikan kepada masyarakat yang di aliri jalur irigasi serta tidak adanya keterbukaan informasi publik yang di lakukan oleh pihak terkait. Di Kecamatan Malangke terdapat 6 Desa yang terkena jalur irigasi di antaranya Desa Tingkara, Desa Tolada, Desa salekoe , Desa Takkalalla, Desa Malangke dan Desa benteng.

Kepala BPN Kabupaten Luwu Utara Didik Purnomo di temui di kantornya, menyampaikan anggapannya mengenai permasalahan yang terjadi di kecamatan Malangke di mana dalam pembangunan jaringan irigasi di kecamatan Malangke sudah mengikuti UU NO 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

Hal itu di Sangga Oleh Penanggung Jawab AMAL (Bayu), Di mana pihak BPN Tidak menjalankan mekanisme yang tercantum dalam UU No 2 Tahun 2012,pp no 36 dan pp 56 thn 2017 Dimana masyarakat tidak di libatkan dalam musyawarah mengenai luas lahan yang terkena jalur irigasi serta tidak ada penentuan besaran harga yang melibatkan masyrakat. Seharusnya Pihak yang terkait menjelaskan secara detail dan terperinci kepada masyarakat mengenai hal tersebut. Yang lebih ironisnya lagi masyarakat di suruh tanda tangan setujuh atau tidak setuju tanpa memberi pemahaman kepada masyarakat. Apabila masyarakat tidak setujuh dalam besaran ganti rugi yang di berikan maka masyarakat harus berhadapan dengan pengadilan dengan membayar 12 juta, (papar Bayu Selaku penanggung Jawab).
Disamping itu Kepala BPN Lutra Didik Purnomo enggan menandatangani pernyataan tertulis untuk mengenai musyawarah yang akan di lakukan kembali di kantor Kecamatan serta meminta BPN untuk transparansi data terkait jalur irigasi tersebut. Kepala BPN Luwu Utara berdali bahwasannya kami akan mengkordinasikan kepada Kanwil BPN Provinsi mengenai hal tersebut.

Hal itu memicu kemarahan Masyarakat serta menimbulkan pertanyaan besar, ada apa yang terjadi di BPN?
Atau adakah indikasi Korupsi yang melibatkan pihak terkait?
Disamping itu, pihak Anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara yang menyatakan sikap serta mentandatangani hasil RDP yang siap mengawal masyarakat Malangke yang terkena jalur irigasi bungkam seribu bahasa, seolah mereka lupa dan bisu akan stetmen yang mereka lontarkan kepada masyarakat pada saat RDP tersebut. Mereka hanya mengantarkan masyrakat ke kantor BPN, dan kemudian pergi entah kemana tanpa pamit kepada masyarakat Malangke.

Untuk menemukan titik temu AMAL melanjutkan aksi ke kantor Bupati Luwu Utara. AMAL yang di koordinasi oleh Bayu Menyampaikan kepada PLT Bupati Luwu Utara mengenai hal yang terjadi di kacamatan Malangke. Bahwasannya kecamatan Malangke sudah muak dengan janji manis yang dilontrkan oleh pemangku kebijakan, masyarakat Malangke lelah di anak tirikan seolah pemangku kebijakan acu tak acu mengenai kondisi yang Malangke
Aliansi mahasiswa masyarakat malangke menuntut
1.menuntut BPN dan tim apresial untuk melakukan musyawarah terkait rugi lahan jaringan irigasi D.I. baliase kab luwu utara
2.mentransparansikan harga ganti rugi berdasarkan rincian harga tanah dan tanaman maupun benda
3.meninjau kembali lokasi pembebasan lahan jaringan irigasi D.I. baliase kab luwu utara bersama dengan tim APRESIAL,PEMILIK LAHAN DAN tim yang di sk kan BPN bersama dengan anggota dprd kab luwu utara.
4.mendesak anggota dprd kab luwu utara untuk segera menindak lanjuti hasil RDP yg di selenggarakan 24 september 2020
5.menuntuk Bupati Luwu Utara untuk tidak menutup mata terkait pembebasan lahan jaringan irigasi D.I. baliase Kab Luwu Utara di kec Malangke.

Leave a Reply