Jelang Musim Tanam, Petani Di Desa Lembang Hadapi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Foto : Ilustrasi

Skalasulsel.com, BULUKUMBA- Para petani di desa Lembang kecamatan Kajang mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi (pupuk subsidi langka). Tak hanya itu, pupuk non-subsidi pun mulai sulit ditemukan di pasaran karena banyak petani berebutan membeli pupuk.

Keluhan kelangkahan pupuk ini disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Appabattu Desa Lembang Muhammad Ishak yang akrap disapa Ishak. Hampir semua petani di kampungnya sudah tanam Padi dan Jagung, namun persediaan Pupuk tidak ada.

Para petani ini sangat cemas akan langkanya pupuk subsidi yang bisa di gunakan, setiap kali petani mau mengambil pupuk di agen resmi, selalu kehabisan pupuk. Atau dengan alasan bahwa kuota pupuk di kecamatan kajang kurang makanya tidak ada Pupuk.” Ucap Ishak

” Bahkan untuk bisa mendapatkan pupuk bersubsidi setiap kelompok tani diwajibkan terlebih dahulu membuat RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kolompok).

Ishak mengatakan, padahal setiap tahunnya kelompok tani stor RDKK. Harusnya ketersediaan pupuk tercukupi buat petani yang kelompoknya sudah terdaftar masing masing. Namun disaat mau ambil pupuk, selalu dengan bahasa yang sama. (Tidak ada pupuk)

“ Saya meminta Penyuluh Pertanian Desa lembang, awasi penyaluran pupuk di agen resmi desa Lembang, jangan diam dan tutup mata akan keluhan para petani. Serta kembali mempertanyakan keberadaan traktor yang telah dibagikan di setiap Kolompok Tani.

Lanjut Muhammad Jufri Tokoh Masyarakat Desa Lembang yang akrab disapa Puang Jupri ikut juga mengeluhkan akan langkanya pupuk di desa lembang.

“ Kemana semua pupuk selama ini? padahal semua kelompok tani sudah didaftarkan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Tiba masa ada pupuk tapi harganya pun itu sangat mahal Rp. 120.000/50KG.

Kenaikan harga pupuk yang melonjak secara drastis ini pun sangat meresahkan buat para petani yang ada di desa lembang. Masyarakat butuh kejelasan harga dari pemerintah.” Tutupnya.

Leave a Reply